DEFINISI STATISTIKA, JENIS DATA BERDASARKAN SKALA PENGUKURAN, PERBEDAAN JENIS DATA BERDASARKAN SKALANYA DAN CONTOHNYA
STATISTIKA
A. Definisi Statistika
Statistika adalah suatu pengetahuan tentang pengumpulan data, pengelompokan data, penyajian data, pengukuran data, mengklasifikasikan data, mensintesiskan data dan menganalisis data untuk menyelesaikan suatu masalah dalam pengambilan keputusan yang efektif.
Contoh Soal Membuat Diagram Histogram dan Poligon Frekuensi
Data berat badan mahasiswa & mahasiswi kelas Statistik 1 di Universitas Esa Unggul :
31 40 38 39 51 56 58 57 59 60 60 51 53 54 52 41 43 50 61 63 65 62 66 63 62 65 69 68 67 70 65 66 62 63 67 64 68 61 64 82 88 84 87 87 89 82 90 90 83 85 86 88 87 81 91 92 100 71 72 77 74 76 75 78 79 80 80 80 77 76 75 74 73 71 73 72 72 72 77 76 75 73 74 74 79 79 78 79 79 80
Buatlah diagram histogram dan poligon menggunakan data di atas!
Penyelesaian :
1. Nilai tertinggi : 100
2. Nilai terendah : 31
3. Range : Xmax – Xmin
100 - 31 = 69
4. Tentukan jumlah kelas, dari contoh soal diatas diambil 7
|
Banyaknya Sample Unit Pengukuran |
Banyaknya Kelas Interval |
|
<50 |
5-7 |
|
50-100 |
6-10 |
|
101-150 |
7-12 |
|
>50 |
10-12 |
5. Lebar interval kelas : Range/Jumlah Kelas 69/7 = 9,85 dibulatkan 10
6. Batas bawah kelas pertama : 31
7. Batas atas kelas pertama yang sesuai : 40
8. Batas bawah kelas kedua : batas bawah kelas + jumlah kelas 31+10 = 41
9. Tepi bawah kelas : batas bawah kelas – 0,531-0,5 = 30,5
10. Tepi atas kelas : batas atas kelas + 0,5 40+0,5 = 40,5
11. Nilai tengah : (batas bawah kelas + batas atas kelas) / 2 (31+40)/2 = 35,5
12. Panjang interval kelas : tepi atas kelas – tepi bawah kelas 40,5+30,5 = 10
|
Batas Bawah Kelas |
Batas Atas Kelas |
Tepi Bawah Kelas |
Tepi Atas Kelas |
Nilai Tengah |
Panjang Interval Kelas |
|
31 |
40 |
31-0,5 = 30,5 |
40+0,5 = 40,5 |
(31+40)/2 = 35,5 |
40,5-30,5 = 10 |
|
41 |
50 |
41-0,5 = 40,5 |
50+0,5 = 50,5 |
(41+50)/2 = 45,5 |
50,5-40,5 = 10 |
|
51 |
60 |
51-0,5 = 50,5 |
60+0,5 = 60,5 |
(51+60)/2 = 55,5 |
60,5-50,5 = 10 |
|
61 |
70 |
61-0,5 = 60,5 |
70+0,5 = 70,5 |
(61+70)/2 = 65,5 |
70,5 – 60,5 = 10 |
|
71 |
80 |
71-0,5 = 70,5 |
80+0,5 = 80,5 |
(71+80)/2 = 75,5 |
80,5 – 70,5 = 10 |
|
81 |
90 |
81-0,5 = 80,5 |
90+0,5 = 90,5 |
(81+90)/2 = 85,5 |
90,5-80,5 = 10 |
|
91 |
100 |
91-0,5 = 90,5 |
100+0,5 = 100,5 |
(91+100)/2 = 95,5 |
100,5-90,5 = 10 |
|
Kelas |
Nilai |
Turus |
Frekuensi |
|
1 |
31-40 |
IIII |
4 |
|
2 |
41-50 |
III |
3 |
|
3 |
51-60 |
IIIII IIIII I |
11 |
|
4 |
61-70 |
IIIII IIIII IIIII IIIII I |
21 |
|
5 |
71-80 |
IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII III |
33 |
|
6 |
81-90 |
IIIII IIIII IIIII |
15 |
|
7 |
91-100 |
III |
3 |
|
|
|
Jumlah |
90 |
Diagram Histogram dan Poligon
|
Jenis Seminar |
Frekuensi |
Persentase |
Besar Sudut Pusat |
|
Being Brave To Present Your Best Idea |
8 |
(8/40) x 100% = 20% |
(8/40) x 360 ̊ = 72 ̊ |
|
Increasing Skills of Leadership |
10 |
(10/40) x 100% = 25% |
(10/40) x 360 ̊ = 90 ̊ |
|
Publik Speaking for Bussiness |
14 |
(14/40) x 100% = 35% |
(14/40) x 360 ̊ = 126 ̊ |
|
You are Presentation of Your Mind |
8 |
(8/40) x 100% = 20% |
(8/40) x 360 ̊ = 720 ̊ |
|
Jumlah |
40 |
100% |
360 ̊ |
|
Interval Kelas |
Frekuensi |
Frekuensi Kumultif Kurang Dari |
Frekuensi Kumulatif Lebih Dari |
|
100-199 |
15 |
15 |
120 |
|
200-299 |
20 |
35 |
105 |
|
300-399 |
30 |
65 |
85 |
|
400-499 |
25 |
90 |
55 |
|
500-599 |
15 |
105 |
30 |
|
600-699 |
10 |
115 |
15 |
|
700-799 |
5 |
120 |
5 |
|
|
Ʃf = 120 |
|
|
Perbedaan Jenis Data Berdasarkan Skala Pengukuran
A.Skala Nominal
Adalah skala yang hanya mendasarkan pada pengelompokan atau pengkategorian peristiwa atau fakta dan apabila menggunakan notasi angka hal itu sama sekali tidak menunjukkan perbedaan kuantitatif melainkan hanya menunjukkan perbedaan kualitatif.
Misalnya, jenis kelamin diberi kode 1 untuk laki-laki dan kode 2 untuk perempuan. Angka ini hanya berfungsi sebagai label. Kategori tanpa memiliki nilai intrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Kita tidak bisa mengatakan perempuan dua kali dari laki-laki. Kita bisa saja mengkode laki-laki menjadi 2 dan perempuan dengan kode 1, atau bilangan apapun asal kodenya berbeda antara laki-laki dan perempuan.
B. Skala Ordinal
Adalah pengukuran di mana skala yang dipergunakan disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu sehingga penyusunannya disusun secara terurut dari yang rendah sampai yang tinggi menurut suatu ciri tertentu, namun antara urutan (ranking) yang satu dengan yang lainnya tidak mempunyai jarak yang sama.
Contohnya :
1. Peringkat siswa Sekolah Menengah Atas. Seorang siswi yang mencetak 99/100 akan menjadi peringkat pertama. Murid lain yang mencetak 92/100 akan menjadi yang ketiga dan seterusnya.
2. Peringkat survei di restoran. Ketika seorang pelayan mendapat kertas atau survei online dengan pertanyaan: “Seberapa puas Anda dengan pengalaman bersantap?” Memiliki 0-10 pilihan. 0 sangat tidak puas dan 10 sangat puas.
3. Frekuensi kejadian. Pertanyaan seperti “Seberapa sering Anda harus memperbaiki ponsel?”-Sangat sering-Sering-Tidak sering-Tidak semuanya.
4. Mengevaluasi tingkat perjanjian. Nyatakan tingkat persetujuan Anda dengan kebijakan perusahaan:-Setuju-Setuju-Netral-Tidak setuju-Sangat tidak setuju
5. Memahami preferensi. Jika seorang agen pemasaran melakukan survei untuk memahami merek handphone mana yang tidak disukai responden mereka, mereka dapat menggunakan skala ordinal. Dari lima merek laptop yang disebutkan, nilai urutan preferensi:-Asus-Samsung-Lenovo-Dell-Xiaomi-Apple.
C. Skala Interval
Adalah skala pengukuran di mana jarak satu tingkat dengan tingkat lainnya sama, oleh karena itu skala interval dapat juga disebut skala unit yang sama (equal unit scale).
Contohnya Missal pada pengukuran suhu. Kalau ada tiga daerah dengan suhu daerah A = 10ºC, daerah B = 15ºC dan daerah C = 20ºC. Kita bisa mengatakan bahwa selisih suhu daerah B 5ºC lebih panas dibandingkan daerah A, dan selisih suhu daerah C dengan daerah B adalah 5ºC (ini menunjukkan pengukuran interval sudah memiliki jarak tetap). Tetapi, kita bisa mengatakan bahwa suhu daerah C dua kali lebih panas dibandingkan daerah A (artinya tidak bisa jadi kelipatan). Kenapa? karena dalam derajat Celcius tidak memiliki NOL ABSOLUT. (Titik nolnya pada 0C Bukan berarti Tidak ada Suhu sama sekali).
D. Skala Rasio
Merupakan skala pengukuran yang mempunyai nilai NOL MUTLAK dan mempunyai jarak yang sama. Skala interval yang benar-benar memiliki nilai nol mutlak disebut skala rasio, dengan demikian skala rasio menunjukkan jenis pengukuran yang sangat jelas dan akurat (precise).
Contohnya :
Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2. Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Pendidikan dan Sosial antara lain adalah : 1.



Komentar
Posting Komentar